RSS

Selasa, 10 November 2009

CINTAILAH BUMI KITA

Bumi adalah tempat kita berpijak, dan dari hasil bumi juga kita dapat hidup dan kehidupan. Tetapi terkadang kita lupa betapa pentingnya Bumi bagi kehidupan manusia. Seolah hal yang biasa kita kita dengan seenaknya memperlakukan Bumi dengan semena-mena.
Ketika kita membuang segala sampah di atas bumi, Bumi tak pernah protes. Ketika kita membuang segala macam kotoran Bumipun dengan sabar tak pernah bisa menghindar. Dan ketika tangan-tangan manusia menggunduli Bumi, Bumipun diam tak bergerak dan tak berkutik. Dan lebih sadis lagi adalah ketika manusia-manusia yang serakah mencincang-cincang bukit-bukit dan gunung-gunung yang merupakan tiang pencang Bumi supaya Bumi menjadi kuat, Bumipun terdiam seribu basa..
Padahal jika semuanya terjadi pada manusia, dengan beribu basa dan kata serta caci maki sudah terlontar semua dari mulut manusia. Manusia tak ingin diperlakukan semena-mena, tak ingin rambutnya digunduli apalagi bagian dari tubuhnya dicincang-cincang, akan terasa sakit...
Bumi memang terdiam. Tapi ada aksi pasti ada reaksi. Ketika Bumi bergerak sedikit saja, semua manusia merasa panik dan ketakutan, kekhawatiran, serta segala macam perasaan bergejolak dalam dada. Terbayangkah kita kalau Bumi memang akan marah... Mari kita semua introspeksi pada apa yang telah kita lakukan pada Bumi.
Jika kita suka membuang sampah sembarangan, mulai saat ini, mulai dari diri kita walaupun itu sampah kecil, janganlah membuang sampah sembarangan lagi. Jika kita suka mengotori Bumi dengan berbagai limbah, mulai saat ini, mulai dari diri kita sekalipun itu limbah keluarga, janganlah membuangnya sembarangan. Apalagi yang suka menebang pohon sembarangan dan memangkas bukit-bukit dan gunung-gunung, mulai saat ini dan mulai dari kita, jangan lakukan menebang pohon sembarangan dan memangkas bulit-bukit dan gunung-gunung yang merupakan pancang tiang Bumi untuk memperkuat Bumi kita.
Marilah kita mencintai Bumi kita sendiri. Karena kalau Bumi rusak, di mana kita akan berpijak. Dari mana kita dapat hidup dan kehidupan. Cintailah Bumi untuk kelangsungan hidup dan kehidupan manusia.

Minggu, 01 November 2009


MEMUASKAN, MEMBERIKAN NILAI DAN MEMPERTAHANKAN PELANGGAN

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan apa yang saya baca yang merupakan rangkuman dari salah satu buku manajemen pemasaran. Yang membahas tentang :
1. Nilai dan dan kepuasan pelanggan
2. Sebab-sebab perusahaan berkinerja tinggi
3. Cara perusahaan menarik sekaligus mempertahankan pelanggan
4. Cara perusahaan memperbaiki kemampuan pelanggan dan perusahaan menghasilkan laba
5. Cara perusahaan menghasilkan mutu total.
Perusahaan-perusahaan masa kini menghadapi persaingan terberat yang pernah mereka hahapi, dan ini merupakan tantangan bagi setiap perusahaan dan pelaku bisnis lainnya untuk memenangkan persaingan di dalam mempertahankan existensi dan daya survive perusahaan tersebut.
John Chambers, CEO (Chief Executive Officer) Cisco Systems mengatakan “Buatlah pelanggan Anda menjadi pusat budaya Anda” hingga produk-produk yang Anda tawarkan selalu disukai dan dibeli oleh pasar (pelanggan). Cara berbagai perusahaan menarik pelanggan dan mengungguli para pesaing mereka adalah dengan memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan mereka secara lebih baik.
Perusahaan-perusahaan yang berpusat pada pelanggan sangat ahli dalam membentuk pelanggan, bukan hanya produk, mereka juga ahli dalam merekayasa pasar bukan hanya merekayasa produk.
Pemasaran adalah salah satu faktor untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, dan departemen pemasaran dapat efektif dalam menjalankan tugas pemasaran dan penjualannya pada perusahaan-perusahaan yang para karyawannya telah menerapkan system yang unggul dalam penyampaian nilai kepada pelanggan.
Diseluruh dunia sistem pemasok, pemilik waralaba, dan karyawan yang senantiasa disesuaikan dengan keadaan itu telah memberikan standar yang tinggi yang oleh Mc.Donalds disebut QSCV (quality/mutu, service/layanan, cleanliness/kebersihan, dan value/nilai).
Peter Drucker mengamati bahwa tugas pertama perusahaan adalah “menciptakan pelanggan”, akan tetapi pelanggan menghadapi beraneka ragam pilihan produk dan merek, harga dan pemasok. Para pelanggan dalam membuat pilihan/keputusan untuk membeli atau tidak membeli suatu produk tentunya memperkirakan tawaran mana yang akan memberikan nlai tertinggi, dan bertindak dalam rangka memaksimumkan nilai dengan dibatasi oleh biaya pencarian serta keterbatasan pengetahuan, mobilitas dan penghasilan.
Premis kita adalah bahwa para pelanggan akan membeli dari perusahaan yang mereka yakini menawarkan nilai yang dipikirkan pelanggan (CPV : Customer Perceived Value) yang tertinggi. Nilai yang dipikirkan pelanggan adalah selisih antara evaluasi calon pelanggan atas semua manfaat serta semua biaya tawaran tertentu dan alternatif-alternatif lain yang dipikirkan. Nilai pelanggan total adalah (total customer value) aalah nilai moneter yang dipikirkan atas sekumpulan manfaat ekonomis, fungsional, dan psikologis yang diharapkan oleh pelanggan atas tawaran pasar tertentu. Biaya pelanggan total (total customer cost) adalah sekumpulan biaya yang pelanggan harapkan untuk dikeluarkan guna mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan dan membuang tawaran pasar tertentu.
Teori pengambilan keputusan pembeli yang dapat membantu keberhasilan Caterpillar menjual kepada pembeli tersebut. Caterpillar dapat memperbaiki tawarannya dengan tiga cara.
Pertama, Caterpillar dapat meningkatkan nilai pelanggan total dengan memperbaiki manfaat-manfaat produk, layanan, karyawan, dan/atau citranya. Kedua, Caterpillar dapat menurunkan biaya non moneter pembeli dengan menurunkan biaya waktu, tenaga dan pikiran pembeli. Ketiga, Caterpillar dapat menurunkan biaya moneter produk yang harus ditanggung oleh pembeli.
Para pembeli bertindak dengan berbagai kendala dan mereka terkadang membuat pilihan lebih berdasarkan pada manfaat pribadinya daripada manfaat perusahaan. Akan tetapi nilai yang dipikirkan pelanggan merupakan kerangka kerja yang bermanfaat yang berlaku dalam banyak situasi dan menghasilkan wawasan yang luas. Berikut adalah beberapa implikasinya :
Pertama, penjual harus menentukan nilai pelanggan total dan biaya pelanggan total tiap-tiap tawaran pesaingnya untuk mengetahui peringkat berapa tawarannya dipikirkan pembeli. Kedua, penjual yang kalah dalam nilai yang dipikirkan pelanggan mempunyai dua alternatif : meningkatkan nilai pelanggan total atau menurunkan biaya pelanggan total.
Alternatif pertama memerlukan peningkatan atau penguatan manfaat produk, layanan, karyawan, dan/atau citra tawaran. Alternatif kedua, mengharuskan penurunan biaya pembeli, dengan menurunkan harga, menyederhanakan proses pemesanan dan penyerahan, atau menyerap sebagian resiko pembeli dengan menawarkan garansi.
Secara umum, kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (hasil) yang diharapkan. Jika kinerja berada di bawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang.
Hubungan antara kepuasan pelanggan dan kesetiaan pelanggan tidak bersifat proporsional.
Andaikan kepuasan pelanggan diberi peringkat dengan skala satu sampai lima . Pada level kepuasan pelanggan yang sangat rendah (level satu), para pelanggan cenderung menjauhi perusahaan dan menyebarkan cerita jelek tentang perusahaan tersebut. Pada level dua sampai empat, pelanggan agak puas tetapi masih merasa mudah untuk beralih ketika tawaran yang lebih baik muncul. Pada level lima , pelanggan sangat cenderung membeli ulang dan bahkan menyampaikan cerita pujian tentang perusahaan. Kepuasan atau rasa senang yang tinggi menciptakan ikatan emosional dengan merek atau perusahaan tersebut, tidak sekedar kelebih sukaan rasional. Manajemen Senior Xerox menemukan bahwa para pelanggannya yang “sepenuhnya puas” itu enam kali lebih cenderung untuk membeli ulang produk Xerox selama 18 bulan berikutnya dari pada para pelanggannya yang “sangat puas”.
Keputusan pelanggan untuk setia atau beralih ke yang lain adalah jumlah dari banyak pertemuan kecil dengan perusahaan. Perusahaan konsultasi Forum Corporation mengatakan bahwa supaya semua pertemuan kecil itu menghasilkan kesetiaan pelanggan, perusahaan perlu menciptakan “pengalaman pelanggan yang diberi merek”.
Kunci untuk menghasilkan kesetiaan pelanggan adalah memberikan nilai pelanggan yang tinggi. Menurut Michael Lanning, dalam karyanya Delivering Profit Value, perusahaan harus merancang proposisi nilai (value proposition) yang unggul sehingga mampu bersaing yang dibidikan ke segmen pasar tertentu, dan yang didukung dengan sistem pemberian nilai (value delivering system) yang unggul.
Proposisi nilai terdiri dari keseluruhan kelompok manfaat yang dijanjikan akan diberikan oleh perusahaan, proposisi itu jauh lebih dari sekedar penentuan posisi inti tawaran tersebut. Sebagai contoh, penentuan posisi inti Volvo adalah “keselamatan” tetapi pembeli dijanjikan lebih dari sekedar mobil yang aman, manfaat lain mencakup mobil yang awet, layanan yang baik, dan periode garansi yang panjang. Pada dasarnya Proposisi nilai adalah pernyataan tentang pengalaman yang dihasilkan yang akan diperoleh para pelanggan dari tawaran pasar perusahaan dan dari hubungan mereka dengan pemasok. Merek tersebut harus menggambarkan janji tentang pengalaman total yang dapat diharapkan oleh pelanggan.
Apakah janji itu dipenuhi, bergantung pada kemampuan perusahaan itu dalam mengelola sistem pemberian nilainya. Sistem pemberian nilai mencakup semua pengalaman yang akan didapatkan pelanggan dalam usahanya untuk mendapatkan dan menggunakan tawaran itu.
Alat untuk melacak dan mengukur kepuasan pelanggan :
1. Sistem keluhan dan saran
2. Survey kepuasan pelanggan
3. Belanja siluman
4. Analisis pelanggan yang hilang
Walaupun perusahaan yang berpusat pada pelanggan berusaha menciptakan kepuasaan pelanggan yang tinggi, tetapi itu bukan sasaran utama. Jika perusahaan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menurunkan harga atau meningkatkan pelayanannya, hasilnya mungkin adalah laba yang lebih rendah. Perusahaan mungkin mampu meningkatkan profitabilitasnya dengan cara selain meningkatkan kepuasan. Juga perusahaan mempunyai banyak pemercaya (stakeholders), yang mencakup karyawan, penyalur, pemasok, dan pemegang saham. Mengeluarkan lebih banyak biaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan mungkin mengalihkan dana yang seharusnya untuk meningkatkan kepuasan “mitra” lain. Akhirnya perusahaan harus beroperasi dengan fisosofi bahwa perusahaan senantiasa berusaha memberikan level kepuasan pelanggan yang tinggi asalkan juga dapat memberikan setidaknya level kepuasan yang dapat diterima oleh para pemercaya lain, dengan sumber daya total tertentu.
Profitabilitas Pelanggan, Profitabilitas Perusahaan dan Manajemen Mutu Total
1. Pelanggan yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan hasil laba h�dala orang, rumah tangga, atau preusan yang dari waktu ke waktu memberikan arus pendapatan yang jauh melebihi arus biaya yang dikeluarkan oleh preusan untuk menarik, mensual dan melayani pelanggan.
2. Ada dua usaha atau solusi dalam mengatasi masalah pelanggan yang tidak menguntungkan yaitu naikkan uang jasa atau kurangi dukungan layanan
3. Perusahaan harus berfokus pada pembentukan keunggulan pelanggan yang dapat memberikan nilai dan kepuasaan pelanggan yang tinggi , yang dapat menghasilkan pembelian ulang yang tinggi dan akhirnya profitabilitas preusan yang tinggi juga.
4. Pengukuran kinerja laba dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi dapat menimbulkan masalah yaitu :
Laba diukur secara sewenang-wenang dan rentan terhadap manipulasi. Arus kas itu lebih penting.
Investasi mengabaikan nilai riil preusan . Lebih banyak nilai preusan
5. Untuk mempertahankan perusahaan agar bertahan terus menerus dalam persaingan , apalagi untuk memperoleh laba, salah satu langkah adalah dengan menjalankan manajemen mutu total (Total Quality Management) berdasarkan pendekatan organisasi secara menyeluruh untuk berkesinambungan dalam rangka memperbaiki mutu semua proses, produk dan pelayanan organisasi.
5. Bagi kehilangan pelanggan yang mampu menghasilkan laba yang berdampak pada laba preusan secara dramatis. Biaya menarik pelanggan baru diperkirakan sebesar lima kali lipat biaya untuk menyenangkan pelanggan yang ada. Salah satu kunci untuk mempertahankan pelanggan h�dala pemasaran relasional. Untuk menyenangkan pelanggan, para pemasar dapat menambahkan manfaat keuangan dan social ke produk.
Untuk menciptakan ikatan antara preusan dan para pelanggannya.
6. Mutu secara keseluruhan merupakan bentuk dan sifat produk atau pelayanan yang memperngaruhi kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat. Perusahaan-perusahaan masa kini tidak mempunyai pilihan selain melakukan program manajemen mutu total jira mereka ingin mempertahankan solvabilitas dan profitabilitasnya.

YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG E-LEARNING

Yang Perlu Anda Tahu tentang E-learning

I. PENDAHULUAN
Banyak orang juga merasakan hal yang sama. Untuk orang-orang seperti Anda, ada banyak alternatif yang bisa dicoba untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan menggali keterampilan baru tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang sedang Anda tekuni ataupun keluarga, salah satu opsi yang bisa Anda coba adalah e-learning. Tertarik untuk mengetahui alternatif pembelajaran lewat media elektronik ini? Simak yang berikut.

II. PENGERTIAN E – LEARNING.

Apakah yang dimaksud dengan e-learning?Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet). Pembelajaran jarak jauh. E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa saja berada di Jakarta, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di kota lain bahkan di negara lain. Namun, interaksi masih bisa dijalankan secara langsung ataupun dengan jeda waktu beberapa saat. Jadi, pembelajar bisa belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah yang terkoneksi dengan Internet, sedangkan materi belajar dikelola oleh sebuah perusahaan di Amerika Serikat, di Jepang ataupun di Inggris. Dengan cara ini, pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari. Jika, pembelajaran ditunjang oleh perusahaan, maka si pembelajar bisa mengakses modul yang dipelajarinya dengan mengkoordinasikan waktu ia belajar dan waktu ia bekerja. Misalnya, jika pada pagi hari sampai siang hari, ia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, maka ia bisa menyisihkan waktu di sore hari menjelang pulang untuk belajar. Tugas-tugas yang sehubungan dengan e-learning yang ditekuni pun bisa disesuaikan waktu pengerjaannya dengan kesibukan pembelajar. Pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. E-learning, seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan). Jika Anda memiliki komputer yang terkoneksi dengan Internet, Anda sudah bisa berpartisipasi dalam e-learning. Dengan cara ini, jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar dari pada cara belajar secara konvensional di ruang kelas (jumlah siswa tidak terbatas pada besarnya ruang kelas). Teknologi ini juga memungkinkan penyampaian pelajaran dengan kualitas yang relatif lebih standar dari pada pembelajaran di kelas yang tergantung pada “mood” dan kondisi fisik dari instruktur. Dalam e-learning, modul-modul yang sama (informasi, penampilan, dan kualitas pembelajaran) bisa diakses dalam bentuk yang sama oleh semua siswa yang mengaksesnya, sedangkan dalam pembelajaran konvensional di kelas, karena alasan kesehatan atau masalah pribadi, satu instruktur pun bisa memberikan pelajaran di beberapa kelas dengan kualitas yang berbeda.
Pembelajaran formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
Pembelajaran yang di tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Walaupun sepertinya e-learning diberikan melalui komputer (yang adalah benda mati), e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola dan “dihidupkan” oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu: Subject Matter Expert (SME), Instructional Designer (ID), Graphic Designer (GD) dan para ahli di bidang Learning Management System (LMS). SME merupakan nara sumber dari pelatihan yang disampaikan. ID bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari. GD mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. Para ahli di bidang LMS mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. Jadi, e-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

III. Apa manfaat e-learning bagi Anda?

Semakin banyak perusahaan dan individu yang memanfaatkan e-learning sebagai sarana untuk pelatihan dan pendidikan karena mereka melihat berbagai manfaat yang ditawarkan oleh pembelajaran berbasis web ini. Dari berbagai komentar yang dilontarkan, ada tiga persamaan dalam hal manfaat yang bisa dinikmati dari e-learning.
Fleksibilitas. Jika pembelajaran konvensional di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu (seringkali jam ini bentrok dengan kegiatan rutin siswa), maka e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke Internet. Bahkan, dengan berkembangnya mobile technology (dengan palmtop, bahkan telepon selular jenis tertentu), semakin mudah mengakses e-learning. Berbagai tempat juga sudah menyediakan sambungan internet gratis (di bandara internasional dan cafe-cafe tertentu), dengan demikian dalam perjalanan pun atau pada waktu istirahat makan siang sambil menunggu hidangan disajikan, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk mengakses e-learning.
“Independent Learning”. E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik-topik ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa melewati saja bagian yang ia anggap sudah ia kuasai. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog interaktif, ia bisa membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (di Website pengelola). Banyak orang yang merasa cara belajar independen seperti ini lebih efektif daripada cara belajar lainnya yang memaksakannya untuk belajar dengan urutan yang telah ditetapkan. Biaya. Banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Biaya di sini tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi non-finansial. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar (terutama jika tempat belajar berada di kota lain dan negara lain), biaya administrasi pengelolaan (misalnya: biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya instruktur dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan), penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP). Dalam hal biaya finansial William Horton (Designing Web-Based Training, 2000) mengutip komentar beberapa perusahaan yang telah menikmati manfaat pengurangan biaya, antara lain: Buckman Laboratories berhasil mengurangi biaya pelatihan karyawan dari USD 2.4 juta menjadi USD 400,000; Aetna berhasil menghemat USD 3 juta untuk melatih 3000 karyawan; Hewlett-Packard bisa memotong biaya pelatihan bagi 700 insinyur mereka untuk produk-produk chip yang selalu diperbaharui, dari USD 7 juta menjadi USD 1.5 juta; Cisco mengurangi biaya pelatihan per karyawan dari USD 1200 - 1800 menjadi hanya USD 120 per orang. Biaya non-finansial yang bisa dihemat juga banyak, antara lain: produktivitas bisa dipertahankan bahkan diperbaiki karena pembelajar tidak harus meninggalkan pekerjaan yang sedang pada posisi sibuk untuk mengikuti pelatihan (jadwal pelatihan bisa diatur dan disebar dalam satu minggu ataupun satu bulan), daya saing juga bisa ditingkatkan karena karyawan bisa senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaannya, sementara bisa tetap melakukan pekerjaan rutinnya.

Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal? Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi. Tujuan. Sebelum memutuskan untuk mengikuti e-learning, Anda perlu menentukan tujuan belajar Anda, sehingga Anda bisa memilih topik, modul, lama belajar, biaya, dan sarana belajar secara elektronik yang sesuai. Tujuan ini hendaknya dikaitkan dengan tujuan pribadi ataupun tujuan bisnis Anda secara langsung yang spesifik dan terukur. Misalnya: Anda baru saja diangkat sebagai project manager. Dalam tiga bulan pertama Anda ingin mendapat keterampilan di bidang ini. Karena pekerjaan baru, dengan gaji dan pekerjaan yang juga meningkat, Anda merasa tidak mungkin untuk secara fisik meninggalkan pekerjaan Anda. Untuk itu Anda bisa mengikuti e-learning berdurasi tiga bulan dengan topik project management yang ditawarkan lembaga atau universitas tertentu (umumnya universitas di Amerika, Australia dan Eropa menawarkan program e-learning). Sambil mengikuti pelajaran, Anda bisa sekaligus menerapkan ilmu dan keterampilan yang Anda dapatkan. Anda juga bisa memanfaatkan forum diskusi secara elektronik untuk membahas permasalahan yang langsung Anda hadapi di lapangan. Pembelajar. Cara belajar dengan e-learning memberikan peluang untuk menjadi pembelajar independen. Jadi, untuk mendapatkan manfaat optimal dari e-learning, Anda juga harus senang belajar secara independen, memiliki sikap yang positif terhadap pembelajaran dan perluasan wawasan (memiliki motivasi tinggi untuk menguasai topik yang diambil, menganggap belajar bukan sebagai beban tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas, mampu menerapkan disiplin dalam belajar), memiliki sarana belajar yang menunjang (misalnya: komputer, akses internet, fax, printer), keterampilan dan strategi untuk belajar secara independen di dunia maya (keterampilan dasar menggunakan komputer dan internet, strategi untuk mengelola waktu). Dukungan. Sama seperti cara belajar lain, cara belajar dengan e-learning akan lebih mudah jika mendapat dukungan dari orang-orang terkait dengan pembelajar (misalnya: atasan, perusahaan tempat bekerja, rekan sekerja, sahabat dan keluarga). Dengan dukungan dari berbagai pihak (baik berupa dana, dukungan moril, maupun dukungan fasilitas), semangat belajar yang terkadang turun bisa tetap dipertahankan, bahkan dipacu lebih tinggi, masalah yang dihadapi dalam belajar bisa dituntaskan, sehingga proses belajar dan penyelesaian program bisa lebih mudah dijalankan. Media lain. E-learning hanyalah sebuah “alat” yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan. “Alat” ini jika digunakan bersama “alat-alat” akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan. Dengan demikian, e-learning tidak harus digunakan secara murni, tetapi bisa diharmonisasikan dengan penggunaan media lain untuk saling menunjang meraih tujuan si pembelajar. Jadi, jika memang ada kesempatan untuk menggunakan media lain untuk belajar (pembelajaran konvensional di kelas, pembelajaran melalui mailing list, video, radio, fax, atau korespondensi), mengapa tidak saling dikoordinasikan? Pilih yang Anda perlu. Jika Anda hanya perlu bepergian dengan mobil, Anda tidak perlu menggunakan pesawat terbang. Jika Anda hanya memerlukan informasi dan pengetahuan umum untuk memperluas wawasan, Anda tidak perlu memerlukan sarana untuk memperluas wawasan di bidang tertentu, Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk mengikuti e-learning lengkap, Anda bisa saja berpartisipasi dalam dialog elektronik ataupun menjadi anggota mailing list yang memberikan informasi yang Anda perlukan. Misalnya, untuk mendapatkan tips cerdas untuk mengembangkan diri, Anda bisa mencoba berpartisipasi dalam mailing list smart_wisdom@yahoogroups.com, untuk informasi mengenai manajemen, mengapa tidak mengakses manajemen@yahoogroups.com, dan untuk mendapat contoh dialog dan ungkapan bahasa Inggris dalam bisnis, cobalah edpro@yahoogroups.com. Anda juga bisa membangun mailing list atau berkirim email dengan teman seprofesi untuk saling bertukar informasi. Cara lain yang bisa Anda coba adalah mencari informasi di internet di website tertentu (website majalah internasional, ataupun perusahan konsultan internasional). Misalnya untuk mendapat informasi mengenai strategi manajemen dan bisnis, Anda bisa mencoba mengunjungi dan menjadi anggota mckinseyquarterly. com, sedangkan untuk mendapat informasi bisnis, kunjungi website majalah bisnis nasional maupun internasional, dan untuk melihat informasi lainnya mengenai cara manajemen diri kunjungi website surat kabar Anda ini (http:www. sinarharapan.co.id). Untuk melihat contoh e-learning, Anda bisa mengunjungi berbagai websites, antara lain: www.rootleraning.com, dan www.engines4ed.org. E-learning memberikan cara alternatif untuk belajar. Pemanfaatan e-learning secara optimal pun tergantung dari beberapa kondisi yang perlu dipenuhi. Namun, apa pun cara belajar yang dipilih, semua berpulang kepada si pembelajar. Tanpa komitmen dan kendali diri, tak ada satu cara belajar pun yang akan berhasil. Selamat belajar.

 
Copyright Guru Prima 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .