RSS

Sabtu, 11 Desember 2010

GURU, SERTIFIKASI DAN TANTANGAN


Sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen terutama pada Bab IV : Guru tentang Kualifikasi,Kompetensi dan sertifikasi maka Guru bukan lagi Pahlawan tanpa tanda jasa melainkan jabatan guru berubah menjadi jabatan profesional. Berdasarkan Undang undang Nomor 14 tahun 2005, guru harus disertifikasi sesuai dengan kualifikasinya. Yang sudah memenuhi syarat dan telah dinyatakan lulus sertifikasi maka akan mendapatkan sertifikat Guru Profesional dan tunjangan sertifikasi. Dengan adanya tunjangan sertifikasi Guru, maka Guru sekarang ini harus bekerja lebih keras lagi untuk dapat menjawab tantangan ke depan sesuai jabatan profesionalismenya.

Tidak sekedar menerima tunjangan sertifikasinya saja, tetapi guru harus memiliki standar kualifikasi Akadenik dan kompetensi guru sesuai dengan Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 dan guru harus mampu mengikuti Perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat. Tidak bisa dihindari lagi, Suka tidak suka, mampu maupun tidak mampu, guru harus dapat mengikuti perkembangan tersebut. Hal ini kenyataan yang harus dihadapi Guru. Dengan perkembangan tersebut guru garus mampu menguasai materi pelajaran yang diampuhnya, harus mampu merencanakan, menyampaikan dan mengevaluasi pelajaran tersebut. Bagaimana Guru dalam menyampaikan materi pelajaran itu, sudahkah menggunakan strategi-strategi mengajar yang tepat dan menarik buat peserta didik sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik sekarang ini? Belum lagi tantangan yang sekarang dihadapi guru adalah sikap siswa yang begitu kritis dan sangat agresif serta berani. Mampukah guru mengubah paradigma baru?

Memperhatikan hal tersebut di atas, sertifikasi guru memang merupakan anugerah yang patut kita mensyukurinya tapi ternyata itu juga merupakan tantangan buat guru.
Ke depan, sebagaimana amanat Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 bahwa secara berencana dan bertahap standar nasional pendidikan ditingkatkan, maka standar kompetensi guru (juga standar kualifikasi) harus pula ditingkatkan.

Manakala kita ingin memperbaiki mutu penyelenggaraan satuan pendidikan maka dapat dimulai dari penyiapan tenaga guru yang benar-benar terukur sesuai dengan standar kualifikasi dan kompetensi yang sudah ditetapkan oleh Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 di atas.

Selamat berjuang dan selamat menghadapi tantangan, sukses buat guru semua.

Sabtu, 27 November 2010

SMK NEGERI 32 JAKARTA IKUT UJI NYALI DI AJANG LKS TINGKAT PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2010 SESUAI BIDANGNYA

Oleh: Oom Siti Halimah, S.Pd., MM

Setelah berhasil lolos dikejuaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS)Tingkat Kota Administrasi Jakatra Selatan, dengan hasil Juara I dan III untuk Kompetensi Keahlian Patiseri, Juara II dan III untuk kompetensi Keahlian Tata Busana, Juara I untuk Restoran Service dan Juara II untuk Akomodasi Perhotelan, maka yang menjuarai I dan II siap maju ke LKS Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Yang mengikuti dikejuaraan LKS Tingkat Provinsi DKI Jakarta adalah seluruh Kompetensi Keahlian yang ada di SMK Negeri 32 Jakarta yaitu: Akomodasi Perhotelan, Busana, Jasa Boga dan Patiseri.

LKS bagi siswa-siswi SMK merupakan ajang Lomba yang bergengsi dan dapat dikatakan sebagai uji nyalinya siswa-siswi SMK sesuai bidang Keahliannya. Pada perlonbaan ini selain persaingan yang begitu ketat antar peserta juga dapat menambah wawasan dan pengalaman serta teman-teman seprofesi.

siswa-siswi SMK Negeri 32 Jakarta, tunjukan nyalimu, maksimalkan kemampuanmu, berikan yang terbaik untukmu, dan yakinkan pada diri sendiri kalau kalian yakin bisa. Sebuah prestasi telah menanti. Kita akan meraihnya. Dengan ketekunan, kerja keras dan cerdas serta dukungan dan Doa dari seluruh Sivitas Keluarga besar SMK Negeri 32, kalian harus optimis.

Selamat Berlomba, semoga sukses.

GURU PROFESIONAL DAN BERKARAKTER SEBUAH TEMA YANG TEPAT PADA PERINGATAN HARI GURU DI SMK NEGERI 32 JAKARTA

Oleh: Oom Siti Halimah, S.Pd., MM

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap tanggal 25 November seluruh komunitas Pendidikan khususnya Guru memperingati Hari PGRI atau Hari Guru. Dalam peringatan ini, guru seperti diingatkan kembali atas sejarah lahirnya PGRI dan perjuangan-perjuangan PGRI dari tahun ke tahun sampai sekarang ini.

Peringatan Hari Guru Tahun 2010 di SMK Negeri 32 Jakarta, diperingati secara sederhana namun sangat bermakna bagi sejarah SMK Negeri 32. Berbagai kegiatan dalam peringatan hari Guru dilaksanakan diantaranya: Upacara Bendera, pemilihan guru/karyawan berprestasi, pemberian bunga dari siswa-siswi kepada Bapak/Ibu Guru serta Karyawan, dan nasi kuning.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1599623761964&set=a.1599617521808.80422.1577150977
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs988.snc4/76110_1599619361854_1577150977_1458385_6699028_n.jpg
http://www.facebook.com/photo.php?pid=1458385&id=1577150977
Pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Guru, semua petugas upacara adalah Bapak/Ibu Guru dan Karyawan. Petugas pemimpin Upacara yaitu Oom Siti Halimah S.Pd., MM, Petugas Pengibar Bendera adalah Aziza, S.Pd., Delima, S.Pd. dan Yani Rohdiyani, S.Pd, Petugas Pembaca Pembukaan UUD '45 Ruwiyabti, S.Pd., Doa dipimpin oleh Dra. Zaida dan Pembawa Teks Pancasila adalah Dra. Hj Khusnul Khotimah, Dirigen: Suksongko Aprilia, S.Pd. dan pembawa acara Lia Adawiyah, S.Pd
Selaku Pembina Upacara langsung dipimpin oleh Kepala SMK Negeri 32 Jakarta, Drs. Eko Wahyu Wibowo.
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1599623081947&set=a.1599617521808.80422.1577150977
Dalam amanat Pembina Upacara, Bapak Drs. Eko wahyu Wibawo Menyampaikan Tema Peringatan hari Guru Tahun 2010 yaitu Guru yang Profesional dan Berkarakter. Guru yang profesional yaitu guru yang mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan keahliannya secara maksimal dengan penuh tanggung jawab. Guru harus mampu membina, mendidk dan mengajar secara profesional. Sedangkan Guru berkarakter adalah mempu menjadikan tauladan yang baik untuk anak didknya sehingga peserta didik menjadi orang orang yang memilki karakter yang baik pula. Beliau juga mengatakan bahwa upacara pada kali ini merupakan upcara yang terbaik. Semua petugas upacara dapat menjalankan tugasnya masing-masing secara baik. Itu suatu bukti bahwa Bapak/Ibu gurupun mampu menjadi petugas upacara dengan baik, tidak hanya melatih peserta didknya saja.tetapi mampu juga melaksanakannya.
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1599625642011&set=a.1599617521808.80422.1577150977
Setelah selesai upacara bendera. Kini tiba saatnya pengumuman Guru dan Karyawan berprestasi yang diumumkan Oleh Dra. Susilaningtyasati sebagai Wakil Manajemen Mutu. Terpilihlah Dra. Hj. Dewati sebagai Guru berprestasi 2010 dan Bapak Aan sebagai Karyawan berprestasi. Acara selanjutnya pemberian bunga oleh siswa-siswi kepada Bapak/Ibu Guru serta karyawan sebagai tanda kasih dan penghargaan atas jasa-jasa Bapak Ibu Guru serta Karyawan. Hiruk pikuk suasana menyelimuti SMK Negeri 32. Kegembiraanpun terpancar di wajah-wajak keluarga besar SMK Negeri 32 sebagai rasa syukur kepada sang Pencipta yang Esa.
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1599619961869&set=a.1599617521808.80422.1577150977
Semoga dengan kegiatan ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus berprestasi dalam membangun anak-anak bangsa. Menjalankan tugas secara profesional dan dan berkarakter sehinnga dapat menjadi tauladan bagi peserta didknya dan mampu membentuk peserta didk yang berkarakter. Sealamat Hari Guru. Lanjutkan Perjuanganmu...

Kamis, 11 Februari 2010

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI JAKARTA SELATAN

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan mutu pendidikan adalah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi informasi banyak membawa dampak kepada dunia pendidikan khususnya kepada anak-anak, baik positif maupun negatif. segi positifnya banyak sekali kita rasakan manfaatnya, namun segi negatifnya itulah yang perlu kita waspadai.

Hal ini dikemukakan juga oleh Bapak Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan pada pertemuan dengan Dewan Pendidikan dan seluruh pengurus Komite se- Jakarta selatan mulai dari SD,MI, SMP, M.Ts., SMA dan SMK di Gedung wali Kota Jakarta selatan. Beliau mengatakan bahwa: pengaruh negatif IT kepada siswa-siswa antara lain:
1. mulai runtuhnya sendi-sendi keagaman
2. Rusaknya kultur Budaya bangsa
3. Hilangnya nilai-nilai kebangsaan kita.
Fenomena ini menjadi tantangan buat kita semua, baik itu orang tua, pihak sekolah maupun pemerhati pendidikan.
Untuk mencegah agar tidak terjadi hal tersebut di atas maka lanju Bapak Wali Kota Jakarta Selatan mengatakan bahwa kita harus mengajarkan anak-anak kita supaya CERIA. arti dari ceria adalah:
1. C perpanjangan dari cerdas, dimana anak-anak kita mari kita arahkan agar anak-anak kita menjadi cerdas baik pengetahuan, emosional maupun cerdas spiritual.
2. E artinya adalah Energik dimana anak-anak kita mari kita ajak untuk supaya tidak loyo alias selalu bersemangat dengan cara menggalakan ekstrakurikuker di sekolah masing-masing dan kegiatan lainnya yang positif.
3. R arinya responsif, merespon sesuatu tidak semua anak bisa, kebanyakan anak sekarang cenderung cuek, untuk itu mari kita tanamkan kepada anak-anak kita tentang kepedulian terhadap keadaan di sekeliling kita sehingga kita merasa menjadi bagian dari lingkungan itu sendiri.
4. I artinya inisiatif dan inofatif, Kembangkan kemampuan siswa agar menjadi orang yang memliki inisiatif dan inovatif dalam kesehariannya. ide-idenya kita arahkan.
5. A ADALAH AGAMIS ATAU AKHLAK, artinya mari kta ajarkan anak-anak keagamaan dan nilai-nilai akhlak yang baik sesuai agamanya masing-masing. Misalnya di pagi hari sudah diberikan pencerahan dengan tadarusan, baca asmaulhusnah, atau tausiah dll, untuk yang non muslim bisa disesuaikan. Hal ini dapat kita laksanakan secara bersama-sama oleh semua pihak saling sinergi.

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di jakarta selatan, masukan dari beberaoa komisi komite adalah sebagai berikut>
1. Sinergi antara orang tua, pemerintah dan sekolah.
2. terpenuhinya sarana belajar dan terpenuhinya penunjang lainnya baik secara akademik maupun non akademik. Contohnya untuk yang non akademik ada masukan supaya Bapak wali kota menyediakan kolam renang berjalan


yang dapat dinikmati oleh anak-anak tanpa memerlukan lahan yang luas. Hal ini muncul karena kita tahu betapa semakin sempitnya lahan di sekolah-sekolah.
3. Kesejahteraan Guru terpenuhi, kita perlu mensyukuri bahwa guru sekarang kesejahteraannya sudah cukup baik.
4. secara periodik dan di jadwal Bapak Wali Kota selalu berkeliling berkunjung ke Sekolah-sekolah meninjau langsung keadaan sekolah secara keseluruhan sehingga kalau ada hal-hal yang kurang pas dapat langsung ditindak lanjuti.
5. Dan banyak lagi hal lain yang dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya di jakarta selatan.
Seperti penertiban tempat tempat ysng tidak sesuai pengguanaannya, menanan pohon 10.000 pohon setiap bulannya dan lain-lain. Masih banyak yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
 
Copyright Guru Prima 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .